Jakarta, 8 Januari 2026 — Pembuat jam tangan mewah Swiss, Rolex, memulai tahun 2026 dengan mengumumkan kenaikan harga ritel di banyak pasar utama. Kebijakan penyesuaian harga ini mencerminkan tren kenaikan biaya bahan baku, perubahan tarif perdagangan, serta kebijakan penetapan harga tahunan perusahaan yang telah menjadi tradisi industri jam tangan mewah.
Berita lengkap ini juga dapat dibaca di Profil Rolex kami: Profil Rolex.
KEY POINTS
- Rolex menaikkan harga jam tangan di sebagian besar model untuk daftar harga 2026.
- Kenaikan bervariasi 2,5% hingga hampir 7%, tergantung model dan material.
- Dampak terbesar terlihat pada model berbahan logam mulia seperti emas.
- Kenaikan harga dipengaruhi tarif perdagangan, biaya bahan baku, serta kebijakan pasar global.
- Tren harga ini berpotensi mengubah dinamika pasar sekunder arloji mewah
Apa yang Terjadi?
Memasuki tahun 2026, Rolex — produsen jam tangan mewah asal Swiss — telah menaikkan harga retail sejumlah model koleksinya di berbagai pasar global. Kenaikan ini berlaku sejak awal Januari dan diumumkan melalui daftar harga resmi yang muncul di distributor ritel serta pengamatan publik pasar jam tangan.
Menurut laporan media internasional, penyesuaian harga diperkirakan berkisar 2,5% hingga hampir 7% tergantung pada model dan material jam. Model berbahan stainless steel populer seperti Rolex Submariner dan Cosmograph Daytona mengalami kenaikan moderat antara 2,5–6%, sedangkan varian berbasis emas dan logam mulia lainnya mencatat lonjakan harga yang lebih tinggi.
Misalnya, harga Rolex Submariner Date Ref. 126610LN tercatat naik dari sekitar €10.800 menjadi sekitar €11.100, dan Daytona Ref. 126500LN meningkat dari sekitar €16.100 menjadi €16.550.
Kenapa Ini Penting?
Kebijakan kenaikan harga Rolex memiliki sejumlah implikasi dalam industri jam tangan mewah global:
1. Dampak pada konsumen akhir:
Harga retail yang lebih tinggi berarti calon pembeli akan menghadapi biaya yang meningkat untuk model baru, terutama di pasar dengan pajak dan biaya impor tinggi.
2. Pengaruh pada pasar sekunder:
Sebagian analis memperkirakan bahwa kenaikan harga resmi dapat mendorong harga jual di pasar sekunder (pre-owned), karena stok baru semakin sulit diakses. Pasar grey market dan daftar tunggu resmi kemungkinan akan terus mengalami tekanan harga.
3. Isyarat kondisi ekonomi makro:
Penyesuaian harga juga mencerminkan tekanan ekonomi global seperti meningkatnya biaya logam mulia (emas, platinum), nilai tukar mata uang, serta tarif perdagangan internasional.
Detail Resmi dari Rolex
Hingga berita ini ditulis, Rolex belum secara langsung merilis pernyataan publik resmi melalui saluran press release di situs Rolex Newsroom mengenai rincian harga tahun 2026. Situs resmi mereka lebih fokus pada koleksi, sejarah, dan inisiatif brand secara umum.
Meski demikian, data harga retail baru telah terlihat di jaringan distributor dan dokumentasi pasar ritel sehingga dapat dikonfirmasi secara independen oleh media internasional dan observasi pasar.
Respons Industri / Analisis Singkat
Secara umum, industri jam tangan mewah sudah terbiasa dengan penyesuaian harga tahunan. Rolex sendiri dikenal melakukan revisi harga secara berkala sebagai respons terhadap kondisi pasar dan biaya produksi.
Menurut analis jam tangan WatchPro yang dikutip oleh media internasional, faktor-faktor seperti tarif impor di Amerika Serikat, fluktuasi nilai tukar, serta harga emas yang tinggi turut mendorong kenaikan pada model berbasis logam mulia.
Perbandingan historis juga menunjukkan bahwa kenaikan harga Rolex bukan fenomena baru: dalam dua tahun terakhir saja, brand ini telah melakukan beberapa kali revisi harga, mencerminkan dinamika ekonomi makro global dan permintaan konsumen.
Apa Langkah Selanjutnya?
Yang perlu diperhatikan ke depan:
- Pergerakan pasar sekunder: Perubahan harga resmi Rolex dapat memperkuat premium harga di pasar bekas dalam beberapa bulan ke depan.
- Pembaruan katalog resmi: Rolex kemungkinan akan memperbarui daftar harga dan publikasi model baru secara berkala sepanjang tahun.
- Impak di wilayah Asia & Indonesia: Meski belum tersedia data harga resmi lokal di Indonesia, konsumen dan kolektor di pasar Asia kemungkinan akan merasakan dampaknya melalui distributor resmi.